Universitas Ibrahimy Situbondo telah melaksanakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema Penggerak Berbaris Masjid pada 11–12 Juli 2025. Kegiatan ini pada hari pertama bertempat di Mushala Pusat Putri lantai II, kemudian pada hari kedua berpindah lokasi ke Auditorium Putra.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bekal kepada para santri yang akan melaksanakan KKN, agar mereka memiliki modal awal dalam melakukan observasi, menyusun program kerja, serta melaksanakan program tersebut di lokasi pengabdian masing-masing.

Menurut Misbahul Ali selaku Ketua Panitia KKN 2025, tantangan KKN tahun ini tergolong berat karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pihak kampus menambah lokasi KKN yang berada di Bali. Menurutnya, perbedaan lokasi tentu menghadirkan tantangan yang berbeda pula. Jika pada tahun-tahun sebelumnya lokasi KKN mayoritas berada di wilayah pedesaan, maka pada KKN 2025 ini banyak peserta yang ditempatkan di wilayah perkotaan.
Ia menjelaskan bahwa karakter masyarakat perkotaan berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan cenderung lebih individualistis dan tidak mudah menerima pendatang baru, berbeda dengan masyarakat pedesaan yang umumnya lebih terbuka dan ramah terhadap orang baru.
Harapan Ketua Panitia KKN 2025 adalah agar seluruh peserta dapat melaksanakan program kerja dengan baik, tidak melanggar aturan pesantren maupun ketentuan syariat, serta mampu meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat. Manfaat tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan selama masa KKN berlangsung, tetapi juga berkelanjutan, seperti pembacaan Ratibul Haddad, tahlilan, istighotsah, serta pengamalan ilmu pengetahuan dan amalan keagamaan lainnya.
Ria Amelinda

