UNIB – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah & Ekonomi Islam menggelar acara Khittah Ma’hadiah pada Kamis siang, 16 April 2026, dengan mengangkat tema, “Khittah Ma’hadiah Dalam Menjaga Keotentikn Tradisi Pesantren di Tengah Arus Modernisasi” yang bertempat di aula lantai II Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) putra dan putri, dengan melibatkan partisipasi aktif para mahasiswa santri.
Sebelum seminar dimulai, rangkaian acara diawali dengan kegiatan seremonial yang dipandu oleh BEM putri, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga sambutan oleh Dekan FSEI. Dalam sambutannya, Dekan FSEI, Arif Harianto, M.HI., menyampaikan apresiasi kepada panitia serta mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kepesantrenan.

“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih kepada para pengurus BEM yang dengan gigih mempersiapkan acara seminar yang luar biasa ini. Beliau juga menyampaikan, Era boleh berubah, teknologi boleh semakin canggih, namun pondasi khittah ma’hadiah harus tetap dikokohkan,” ujar beliau.
Acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat FSEI, seperti Dekan, Wakil Dekan I & II para Kaprodi, serta dosen di lingkungan Fakultas.
Memasuki sesi inti, moderator Ust. Zainuddin, M.Pd., membuka seminar dengan memandu pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk tawassul dan harapan keberkahan acara.
Seminar ini awalnya dijadwalkan menghadirkan KHR. Azaim Ibrahimy sebagai narasumber utama. Namun, karena beliau berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda penting yang tidak dapat diwakilkan, beliau menunjuk Ustadz Khairuddin Habsis, M.HI. sebagai badal (perwakilan) untuk menyampaikan materi seminar.
Dalam pemaparannya, Ustadz Khairuddin Habsis menyampaikan bahwa sebagaimana Nahdlatul Ulama memiliki khittah Nahdiyah, maka pesantren juga memiliki khittah ma’hadiah yang harus dijaga dan dilestarikan. Beliau juga menjelaskan bahwa awal mula berdirinya pondok pesantren tidak terlepas dari peran Sunan Ampel, yang dalam tradisi disebut mendapat wasiat dari Rasulullah.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Antusiasme para peserta sangat terlihat, terutama pada sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis dengan melibatkan dua mahasiswa dalam dialog interaktif bersama pemateri.
Setelah semua pertanyaan telah ditanggapi, moderator kemudian mempersilahkan wadek II, Dr. Fahrur Razi, M.HI untuk memimpin doa sebagai penutup rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa santri dapat semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai khittah ma’hadiah dalam kehidupan sehari-hari.
Ach. Bani Ahda/Pusdatin
