Wisuda XXXV Hari Pertama, 528 Lulusan Universitas Ibrahimy Resmi Diwisuda

UNIB – Sebanyak 528 lulusan Universitas Ibrahimy mengikuti Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, pada hari Senin 21 september 2026. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang diperoleh ke tengah masyarakat.

Wisuda jenjang diploma, sarjana, dan magister tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Ph.D. bersama Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., serta Dr. Akh. Jazuli, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bagi para wisudawan, prosesi tersebut menjadi momen untuk menutup satu tahap pendidikan yang telah ditempuh selama bertahun-tahun. Toga dan ijazah yang diterima menjadi bagian dari perjalanan panjang yang mempertemukan mereka dengan ilmu, pengalaman, dan pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi sekaligus pesantren.

Pada kesempatan tersebut, Universitas Ibrahimy juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Sebanyak 46 mahasiswa menerima penghargaan yang terdiri atas 23 penghargaan akademik dan 23 penghargaan nonakademik.

Salah satu penerima penghargaan akademik adalah Moch. Tsakif ‘Aidul Fitri, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Tsakif tercatat sebagai peraih IPK tertinggi pada Wisuda XXXV.

Atas capaian tersebut, Tsakif memperoleh tiket umrah dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Ia juga menerima apresiasi sebesar Rp5 juta dari Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi. Dalam rangkaian acara, Tsakif turut menyampaikan kesan dan pesan sebagai mahasiswa dengan capaian akademik tertinggi.

Dalam orasi ilmiahnya, Arifatul Choiri Fauzi mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam amal, pengabdian, dan keteladanan.

“Setelah toga dilepas dan ijazah diterima, ada satu pertanyaan penting: untuk apa ilmu yang kita peroleh? Apakah hanya untuk gelar, atau menjadi amal, pengabdian, dan keteladanan? Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama akhlak yang luhur,” tegas Arifatul.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Universitas Ibrahimy yang memadukan tradisi keilmuan perguruan tinggi dengan nilai-nilai kepesantrenan. Lulusan diharapkan mampu membawa ilmu sekaligus karakter yang telah dibentuk selama menjalani proses pendidikan.

Rangkaian Wisuda XXXV hari pertama ditutup dengan taujihad dan irsyadat KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Ph.D. dilanjutkan doa. Momen kemudian diakhiri dengan foto bersama pengasuh, keluarga pesantren, jajaran rektorat dan dekanat, serta seluruh wisudawan, sebelum ditutup dengan yel-yel Universitas Ibrahimy.

Sebanyak 528 lulusan pun meninggalkan auditorium dengan satu tahap pendidikan yang telah selesai dan perjalanan baru yang menanti untuk dijalani dengan ilmu dan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan di Universitas Ibrahimy.

Aba’ir/Pusdatin

Facebook
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *