UNIB – Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy (UNIB) Sumberejo Banyuputih Situbondo memasuki hari kedua bertepatan dengan hari Selasa, 22 September 2026. Bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Sebanyak 526 wisudawan dan wisudawati dari 25 program studi pada jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister resmi dikukuhkan. Dengan pelaksanaan dua tahap, total wisudawan pada Wisuda ke-35 mencapai 1.053 orang.
Momentum akademik tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (HC). H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., yang memberikan orasi ilmiah kepada para wisudawan. Dalam orasinya, ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari perjuangan baru yang penuh tantangan dan dinamika.
“Selamat memasuki perjuangan baru yang penuh dengan tantangan dan dinamika yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” tutur beliau.
Menurut beliau, tantangan global yang dihadapi para lulusan membutuhkan kesungguhan, keseriusan, dan disiplin yang tinggi. Karena itu, para alumni UNIB diharapkan tetap istiqamah, konsisten, serta menjadikan nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa sebagai pijakan dalam menjalani kehidupan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Pesan tersebut selaras dengan amanat Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D., yang menekankan pentingnya menjaga hubungan antara guru, orang tua, dan anak didik.

Mengutip konsep “Segitiga Emas” yang ditekankan almaghfurlah KHR. Ahmad Fawaid As’ad, Kiai Azaim menjelaskan bahwa keberkahan ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga unsur tersebut. Para alumni juga diingatkan untuk tetap menjaga hubungan batin dengan guru melalui tawassul, di mana pun mereka kelak berkhidmah dan mengamalkan ilmu.
“Di mana pun kelak kalian akan berkhidmah, mengamalkan ilmu kalian di berbagai bidang profesi, maka saya titipkan jangan tinggalkan tawassul batin sebagai kekuatan ruhaniah kita,” pesan beliau.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap perjalanan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Menurutnya, perjalanan panjang pendidikan yang dirintis Kiai Syamsul Arifin dan dilanjutkan Kiai As’ad Syamsul Arifin telah berkembang menjadi ekosistem pendidikan yang memiliki kontribusi penting dalam mencetak generasi bangsa.
Di tengah perkembangan zaman, Universitas Ibrahimy terus meneguhkan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan yang memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., menegaskan bahwa UNIB tidak hanya menjaga warisan keilmuan yang telah diwariskan para pendahulu, tetapi juga terus melangkah menatap masa depan.
“Universitas Ibrahimy tidak hanya menyanggah warisan leluhur tersebut, tetapi juga melangkah dan menatap masa depan sebagai mercusuar peradaban Islam dengan semangat menyinergikan kedalaman ilmu keislaman, tafaqquh fiddin, dan penguasaan sains dan teknologi,” ungkapnya.
Wisuda ke-35 pun menjadi momentum penting bagi Universitas Ibrahimy untuk melepas para lulusan menuju ruang pengabdian yang lebih luas. Bekal keilmuan, nilai-nilai pesantren, serta keberkahan hubungan dengan guru dan orang tua diharapkan menjadi fondasi bagi para alumni dalam melanjutkan perjuangan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Wisuda ke-35, Zainuddin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar. Kehadiran dua menteri yang sebelumnya dijadwalkan memberikan orasi ilmiah juga menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy.

Aba’ir/Pusdatin

